200 Anggota PASTI Pagar Nusa Resmi Dibaiat, Utusan Sumenep Siap Kawal Muktamar NU ke-35
Dua ratus anggota Komando Pasukan Inti (PASTI) Pagar Nusa dari berbagai daerah resmi menyandang amanah baru setelah menjalani prosesi pembaiatan dalam penutupan Pendidikan dan Latihan Pertama (Diktama) III PASTI Pagar Nusa Cabang Kabupaten Jombang, Minggu (9/8/2026).
Penutupan Diktama yang berlangsung pukul 15.00 WIB itu menjadi momentum penting bagi para peserta. Setelah melewati rangkaian pendidikan dan pelatihan, mereka kini dipersiapkan untuk mengemban tugas pengabdian di tengah masyarakat.
Peserta yang mengikuti pembaiatan berasal dari sejumlah cabang Pagar Nusa. Salah satunya merupakan utusan Pagar Nusa Sumenep yang turut ambil bagian dalam proses pendidikan tersebut.
Prosesi pembaiatan berlangsung khidmat dan dipimpin langsung Ketua PW Pagar Nusa Jawa Timur, Dr. H. Sholahuddin Fathurahman, S.H., M.Si.
Di hadapan para peserta, Sholahuddin menegaskan bahwa berakhirnya pendidikan bukan berarti berakhir pula proses belajar dan pengabdian. Justru setelah pembaiatan, para anggota PASTI dituntut mampu membuktikan ilmu dan kedisiplinan yang telah diperoleh selama mengikuti Diktama.
“Setelah kembali ke cabang masing-masing, anggota PASTI harus semakin semangat dalam berkhidmat. Ilmu, kedisiplinan dan pengalaman yang diperoleh selama Diktama hendaknya dapat memberikan manfaat bagi Pagar Nusa, NU dan masyarakat,” tegas Sholahuddin.
Pembaiatan 200 anggota PASTI tersebut bukan sekadar seremoni penutup pendidikan. Di balik prosesi tersebut terdapat tanggung jawab besar yang sudah menanti.
Para anggota PASTI akan langsung dilibatkan dalam tugas pengamanan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas, Jombang.
Kehadiran mereka diharapkan mampu membantu menciptakan suasana aman dan kondusif selama agenda besar NU tersebut berlangsung. Terlebih, kegiatan itu akan mempertemukan para ulama, kiai, peserta muktamar, serta warga Nahdliyin dari berbagai daerah.
Bagi Pagar Nusa, tugas tersebut sekaligus menjadi ruang pembuktian bahwa kader yang telah ditempa melalui pendidikan tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga disiplin, tanggung jawab dan loyalitas dalam menjalankan amanah organisasi.
Ketua Pagar Nusa Cabang Jombang sekaligus panitia Diktama III, Kriswanto, menilai keterlibatan anggota dari berbagai cabang menjadi kekuatan tersendiri. Menurutnya, para peserta diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pembaiatan, tetapi mampu membawa nilai-nilai Diktama ke daerah masing-masing.
“Harapan kami, setiap anggota PASTI yang merupakan utusan cabang dapat memberikan kontribusi nyata, terutama dalam membantu pengamanan para ulama dan kiai serta kegiatan-kegiatan NU,” ujar Kriswanto.
Ia menambahkan, PASTI tidak boleh dipandang hanya sebagai kelompok yang bertugas dalam pengamanan. Di dalamnya terdapat kader-kader yang harus mampu menjadi contoh dalam kedisiplinan, loyalitas, tanggung jawab dan semangat pengabdian.
“PASTI bukan semata-mata pasukan pengamanan. Mereka adalah kader yang harus memiliki kedisiplinan, loyalitas, tanggung jawab dan semangat khidmah dalam setiap menjalankan amanah,” lanjutnya.
Keterlibatan utusan Pagar Nusa Sumenep dalam Diktama III menjadi bagian dari semangat memperkuat kaderisasi PASTI lintas daerah.
Setelah mengikuti seluruh proses pendidikan dan pembaiatan, para peserta dari Sumenep bersama anggota dari cabang lainnya diharapkan mampu membawa pengalaman tersebut untuk memperkuat pengabdian di daerah masing-masing.
Diktama III akhirnya bukan hanya melahirkan 200 anggota PASTI yang telah resmi dibaiat. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi titik awal lahirnya kader-kader yang diharapkan mampu menjaga marwah organisasi, membantu pengamanan agenda NU, serta hadir di tengah masyarakat dengan semangat khidmah.